Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Majalengka Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Komoditas Jagung

Tuesday, 13 January 2026 | January 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-13T07:25:01Z

 

Majalengka, Reportase76.Com — Kabupaten Majalengka kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Sepanjang tahun 2025, Majalengka berhasil menempati peringkat ketiga se-Jawa Barat dalam serapan jagung, berkat produktivitas petani yang terus meningkat serta konsistensi pengembangan komoditas jagung di berbagai wilayah sentra produksi.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, target produksi jagung pada tahun 2026 ditetapkan mencapai 112.111 ton. Target tersebut didukung dengan luas tanam sekitar 15.460 hektare dan target panen 14.842 hektare.

Perbedaan antara luas tanam dan luas panen tersebut terjadi karena adanya panen lintas tahun. Tanaman jagung yang ditanam pada periode Oktober hingga Desember 2025 akan dipanen pada tahun 2026, sementara penanaman pada akhir tahun 2026 baru akan dipanen pada tahun berikutnya.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), hingga dukungan unsur Kepolisian Resor Majalengka serta kebijakan dan bantuan pemerintah.

“Alhamdulillah, Majalengka mampu menempati peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung. Ini menjadi bukti bahwa jagung merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang terus berkembang. Kami terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan intensif, bantuan benih, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian,” ujar Gatot, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, pada tahun 2025, salah satu wilayah sentra produksi jagung, yakni Desa Sindanghurip, Kecamatan Bantarujeg, telah menerima bantuan berupa satu unit alat perontok jagung (corn sheller) serta bantuan benih jagung APBN seluas 80 hektare atau sekitar 1.200 kilogram, yang disalurkan kepada lima kelompok tani.

“Bantuan tersebut sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi panen serta kualitas hasil produksi, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan serapan jagung di Majalengka,” jelasnya.

Saat ini, lahan pertanian jagung di Kabupaten Majalengka tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Majalengka, Bantarujeg, Maja, dan Banjaran, yang menjadi wilayah penyangga utama produksi jagung daerah.

Sementara itu, Maman (45), petani jagung asal Kecamatan Bantarujeg, mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap petani.

“Dengan adanya bantuan benih dan alat pertanian, kami sangat terbantu. Produksi jagung meningkat dan hasil panen bisa terserap dengan baik. Kami berharap ke depan dukungan seperti ini terus berlanjut dan harga jagung tetap stabil,” ungkapnya.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimistis sektor jagung akan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah, sekaligus berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi jagung di Provinsi Jawa Barat. (Bang Eful) 

×
Berita Terbaru Update